Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

Seorang penambang timah rakyat menggunakan bak plastik untuk memeriksa pasir bijih timah di lepas pantai Toboali, pantai selatan pulau Bangka, 1 Mei 2021. Indonesia adalah pengekspor timah terbesar di dunia yang digunakan dalam segala hal mulai dari kemasan makanan hingga elektronik dan sekarang teknologi hijau. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah menyelenggarakan focus group discussion (FGD) terkait realisasi hilirisasi timah di Indonesia. Diskusi itu merujuk pada wacana Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk menghentikan ekspor timah pada akhir 2022.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek dan Inovasi Kadin Indonesia, Carmelita Hartoto mengatakan industri hulu timah Indonesia telah memberikan manfaat positif, baik terhadap pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja, jumlah investasi, maupun program pengembangan pemberdayaan masyarakat. 

Persoalannya, kata dia, penyerapan logam timah untuk kebutuhan domestik masih sangat kecil. "Hal ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara industri hulu dengan hilir. Industri hulu timah berkembang pesat, sebaliknya hilir belum,” ujar Carmelita melalui keterangan tertulis pada Kamis, 22 September 2022.

Adapun Presiden Jokowi berencana menghentikan ekspor timah untuk mengembangkan industri hilir timah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.

Padahal, kata dia, Indonesia sendiri menjadi eksportir logam timah terbesar di dunia. Pada 2020 ekspor logam timah Indonesia sebesar 65 ribu ton dan terjadi peningkatan di tahun 2021 yaitu menjadi 74 ribu ton. Sementara penyerapan dalam negeri sekitar 5 persen dari produksi logam timah nasional.

Carmelita yang juga menjabat sebagai (PJS) Wakil Ketua Umum Bidang ESDM Kadin Indonesia juga mengatakan dalam 10 tahun terakhir, terjadi peningkatan transaksi perdagangan logam timah domestik dari 900 ton menjadi 3500 ton. Namun, jumlahnya masih tergolong kecil dan belum dapat menyerap seluruh produksi logam timah nasional.

Kadin Indonesia, tuturnya, berharap agar pemerintah terus menggenjot infrastruktur sehingga hilirisasi sumber daya alam (SDA) bisa dilakukan secara bertahap.

Selain itu, Kadin ingin pemerintah bisa memberikan sejumlah insentif seperti pembebasan pajak dan mempermudah perizinan operasi bagi perusahaan luar dan dalam negeri. Kadin menilai persiapan infrastruktur dan insentif dapat menarik investor, serta menjamin kedua mineral tersebut terserap pasar domestik. Hilirisasi itu juga membutuhkan roadmap sebagai petunjuk bagi para pelaku usaha.

“Kadin Indonesia mendukung penuh hilirisasi ini, namun hilirisasi timah ini harus dilakukan secara bertahap," kata dia. 

Selanjutnya: Pelaku Usaha Butuh Persiapan Matang dan Modal Cukup






Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

5 jam lalu

Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

Mabes Polri yang diwakilkan Wakil Komandan Korps Brimob menyatakan sudah ada prosedur pengamanan, tapi belum selaras dengan FIFA.


Anggaran KUR Pertanian 2023 Akan Ditambah Jadi Rp 100 T, Mentan: Terobosan Jokowi yang..

7 jam lalu

Anggaran KUR Pertanian 2023 Akan Ditambah Jadi Rp 100 T, Mentan: Terobosan Jokowi yang..

Pemerintah akan menambah alokasi anggaran KUR di sektor pertanian tahun depan menjadi Rp 100 triliun. Apa sebabnya?


Bahlil Sebut Minimnya SDM Berkualitas Hambat Hilirisasi: Harus Berbesar Hati Terima dari Luar

8 jam lalu

Bahlil Sebut Minimnya SDM Berkualitas Hambat Hilirisasi: Harus Berbesar Hati Terima dari Luar

Bahlil menyebutkan salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mendorong hilirisasi adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.


Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

8 jam lalu

Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

"IndoVac memenuhi kebutuhan aspek halal dan thayyib yang memperkuat jaminan kualitas dan keamanan atas vaksin," kata Dirut Bio Farma Honesti Basyir.


Mentan Akan Tarik Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

9 jam lalu

Mentan Akan Tarik Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

Mentan mengaku, ia telah menyampaikan keinginan itu sejak bertahun-tahun lalu.


Kadin: RI Setidaknya Bisa Jadi Lumbung Jagung di ASEAN

9 jam lalu

Kadin: RI Setidaknya Bisa Jadi Lumbung Jagung di ASEAN

Kadin berharap Indonesia bisa menjadi lumbung makanan pokok, khususnya jagung.


Penjelasan Setpres soal Momen Jokowi Tak Salami Kapolri di HUT TNI

9 jam lalu

Penjelasan Setpres soal Momen Jokowi Tak Salami Kapolri di HUT TNI

Kejadian tersebut terjadi selepas Jokowi menyaksikan parade defile dari TNI dari atas mimbar yang ada di depan Istana.


Bicara Konflik Geopolitik, Jokowi: Multilateralisme Jalan Paling Efektif

10 jam lalu

Bicara Konflik Geopolitik, Jokowi: Multilateralisme Jalan Paling Efektif

Jokowi menganggap tidak ada satu masalah pun yang bisa diselesaikan sendiri oleh satu negara atau beberapa negara.


Donetsk Mulai Ekspor Batu Bara

10 jam lalu

Donetsk Mulai Ekspor Batu Bara

Perdana Menteri Donetsk People's Republic mengkonfirmasi kalau batu bara di Donetsk, Ukraina, sedang dikirim ke Turki.


PSSI Sebut FIFA Akan Beri Pendampingan untuk Reformasi Sepak Bola Indonesia

10 jam lalu

PSSI Sebut FIFA Akan Beri Pendampingan untuk Reformasi Sepak Bola Indonesia

Presiden Jokowi sebelumnya meminta agar stadion di Indonesia untuk diaudit. PSSI menyatakana akan melibatkan FIFA.